Pembicara Seminar Bisnis & Motivasi Paling Extrem di Indonesia


Bagas Ardyantoro
  • Owner & Founder Laundrix Laundry
  • Master Trainer Jakarta Laundry Business Training Center

Bagas Pernah Menjadi Pembicara di:
  1. Jakarta Laundry Business Traning Center - Pelatihan Usaha Laundry (lebih dari 27 angkatan dan lebih dari 400 alumni);
  2. Dinas Sosial Pemerintah Kota Bekasi - Pelatihan Usaha Laundry bagi Anak-Anak Jalanan dari Yayasan Kabasa, Yayasan Cahaya Anak Negeri, dan Yayasan Tunas Harapan Bangsa (April 2017);
  3. Dinas Sosial Pemerintah Kota Bekasi - Pelatihan Usaha Laundry bagi Warga Binaan Yayasan-Yayasan yang Menangani Pengidap HIV/AIDS (Mei 2017);
  4. Kimia Farma Learning Center - Berwirausaha di Masa Pensiun (November 2017);

Halo, perkenalkan saya Bagas Ardyantoro!

Ketika Anda sedang mencari informasi di internet mengenai pembicara seminar motivasi, bisnis, kewirausahaan, maupun UKM lalu Anda berjumpa dengan saya di blog ini, itu bukan merupakan sebuah kebetulan. Saya senang sekali berjumpa dengan Anda.

Saya akan menceritakan perjalanan kehidupan saya dari awal hingga akhirnya sekarang saya sudah menjadi seorang wirausahawan sejati.

Sejak tahun 2006, ketika masih menimba ilmu di Institut Pertanian Bogor, saya sudah berkenalan dengan dunia internet. Saya mempelajari banyak hal secara otodidak, di antaranya bagaimana cara membuat blog, mendatangkan pembaca blog, sampai berjualan di internet.

Saya pernah menjual berbagai macam jenis barang melalui internet. Saya pernah menjual baju bayi, kaos polo, suplemen kesehatan, dan masih banyak lagi. Saya pun pernah menjual kaos dukungan untuk Timnas Sepak Bola Indonesia yang juga sempat diliput oleh Trans TV. Anda bisa mencari rekamannya di Youtube dengan kata kunci: "kaos bagas masuk tv".

Selain itu, saya pun pernah merasakan pahit getirnya menjual asuransi dan berbisnis multi level marketing (MLM). Semua saya jalani ketika masih duduk di bangku kuliah.

Setelah lulus kuliah, saya tidak tertarik bekerja di perusahaan-perusahaan besar. Namun, saya juga kurang berani untuk memulai bisnis karena orang tua mendidik saya agar saya menjadi seorang karyawan yang hebat.

Saya mulai meninggalkan dunia dagang dan jatuh hati pada pekerjaan sebagai seorang guru. Passion saya yang terdalam adalah mengajar.

Keputusan saya untuk menjadi guru pun tidak lepas dari pengalaman saya mengajar anak-anak SMA secara sukarela sejak tahun 2007 (tahun kedua saya di bangku kuliah).

Akhirnya, tahun 2012 saya menjadi seorang guru sekolah sejati sampai sekitar tahun 2015.

Uniknya, selama bekerja menjadi guru, saya selalu dianggap pelit oleh pacar saya ketika itu.

Akhirnya, pacar saya minta putus karena saya pelit. Saya pun tidak menyerah. Saya menjalin hubungan lagi dengan pacar saya yang berikutnya.

Saya pindah kerja ke sekolah yang gajinya lebih tinggi. Harapan saya, dengan gaji yang lebih tinggi, saya tidak dianggap pelit lagi.

Anehnya, saya masih dianggap pelit! Ada yang salah! Singkat cerita, kami putus.

Tidak lama kemudian ada wanita lagi yang tertarik dengan saya. Wanita ini bekerja di sebuah bank besar.

Tuntutan dan gaya hidupnya pasti jauh lebih tinggi. Pikir saya, saya pasti akan dianggap pelit lagi. Ternyata, benar!

Wanita ini berkata bahwa saya adalah orang yang sangat pelit! Namun, wanita ini mengambil tindakan yang berbeda.

Ia tidak memutuskan hubungan dengan saya. Ia menyuruh saya untuk berbisnis.

Saya bingung. Saya harus berbisnis apa? Kegiatan jual beli sudah saya tinggalkan sejak saya menjadi guru.

Akhirnya, wanita yang sekarang adalah istri saya sendiri ini memberikan saya pinjaman modal dari fasilitasnya sebagai karyawan bank. Ia rela mengajukan pinjaman karyawan yang hanya bisa diambil sekali seumur hidup.

Akhirnya, ia mempercayakan dana sekitar Rp 100 juta kepada saya. Kami akhirnya memilih untuk memulai bisnis laundry, dengan brand Laundrix Laundry.

Saya habiskan semua uang itu untuk membuka 2 outlet laundry sekaligus. Saya menjalani bisnis sambil bekerja menjadi guru. Bisnis yang saya jalani sangat tidak mulus jalannya.

Cobaan demi cobaan hadir di awal-awal, seperti manajemen SDM yang sangat buruk dan tingkat komplain yang sangat tinggi.

Saya pun harus menanggung biaya kerusakan mesin pengering sampai belasan juta rupiah, kasus kebakaran tabung gas, kasus kerusakan sumur yang menyebabkan mesin cuci tidak bisa beroperasi sama sekali, kasus kemalingan oleh karyawan sendiri, dan masih banyak lagi.

Saya berpikir bisnis saya tidak akan optimal jika saya masih bekerja sebagai seorang karyawan. Akhirnya saya beranikan diri untuk resign.

Ketika saya resign, keadaan malah makin bertambah parah karena saya kehilangan pemasukan tetap. Setiap hari saya hanya makan nasi dengan telur ceplok.

Saya sangat tidak betah. Akhirnya, saya memutuskan untuk bekerja lagi menjadi karyawan. Namun, apa yang terjadi? Ketika saya bekerja lagi, saya mulai merasakan kelesuan bisnis saya.

Saya benar-benar merasa mengkhianati bisnis saya sendiri. Saya memutuskan untuk resign lagi dan memberanikan diri untuk benar-benar menempuh jalan hidup sebagai pengusaha laundry.

Seiring berjalannya waktu, bisnis laundry saya perlahan mulai pulih dan mulai mengalami peningkatan profit. Saya membangun semua sistem bisnis laundry hingga akhirnya laundry saya dapat berjalan sendiri menghasilkan uang tanpa kehadiran saya.

Semenjak menjadi karyawan saya selalu mendambakan gaji kisaran 5 jutaan per bulan. Namun, sejak saya menjadi pengusaha, penghasilan setiap bulan malah meningkat sekitar 5x lipat dari gaji yang saya dambakan dulu.

Oleh karena keberhasilan saya tersebut, saya memberanikan diri untuk membuka pelatihan usaha laundry. Ternyata, pelatihan usaha laundry yang saya selenggarakan disambut dengan antusias yang luar biasa!

Berjalan 1 tahun saya mengajar di pelatihan usaha laundry yang saya dirikan, saya sudah berhasil mencetak lebih dari 400 pengusaha laundry baru yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Blog ini adalah rekam jejak perjalanan hidup saya di dunia kewirausahaan. Anda akan menemukan banyak sekali artikel dan video yang saya produksi dengan hati di dalam blog ini.

Harapan saya, artikel-artikel dan video-video yang saya produksi tersebut dapat menginsiprasi Anda sekaligus menemani perjalanan hidup Anda.

Sebelum berbisnis, saya mengajar dari sekolah ke sekolah. Sekarang, saya mengajar dari seminar ke seminar dan dari pelatihan ke pelatihan. Saya juga sangat senang sekali berbagi pengalaman dan ilmu mengenai kewirausahaan, bisnis, motivasi, dan pengembangan diri.

Mengajar masih menjadi passion saya sampai mati. Jika Anda berminat mengundang saya sebagai pembicara seminar, Anda dapat menghubungi saya langsung tanpa perantara melalui SMS/WA di 082298987070.

Sampai bertemu di lokasi seminar terdekat. Tetap semangat dan bahagia! Salam MANTAF!